Skip to Content
Loading...
SD Bunda Maria
SD Bunda Maria
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

SD BUNDA MARIA MENYAPA : HARI PANGAN SEDUNIA

 


SD BUNDA MARIA PAMANUKAN

SINODALITAS

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026

Bersyukur atas Pangan, Berbagi dengan Kasih

    Pamanukan, 16 Oktober 2026 — Dalam semangat syukur dan kepedulian terhadap sesama, SD Bunda Maria Pamanukan memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di lapangan sekolah. Mengusung tema “Bersyukur atas Pangan, Berbagi dengan Kasih”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai rasa syukur, kepedulian, kebersamaan, dan sikap menghargai makanan sebagai anugerah Tuhan.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat. Seluruh peserta didik kelas I hingga kelas VI, bersama para guru dan tenaga pendidik, mengikuti rangkaian acara yang dikemas melalui sambutan, renungan, serta beragam penampilan seni dan kreativitas peserta didik.

    Melalui perayaan ini, sekolah tidak hanya mengajak anak-anak memahami pentingnya pangan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan bakat, keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri.



Sambutan Kepala Sekolah: Apresiasi atas Semangat dan Kerja Keras Peserta Didik

    Kepala SD Bunda Maria Pamanukan, Thomas Anang Junadi, S.Pd., menyapa seluruh peserta didik dengan ceria dan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para guru yang telah terlibat dalam mempersiapkan kegiatan HPS, khususnya dalam mendampingi peserta didik mengembangkan dan menampilkan bakat mereka.

    Beliau juga memberikan penghargaan kepada anak-anak yang telah berlatih dengan tekun demi mempersiapkan penampilan terbaik. Semangat mereka terlihat dari kesediaan meluangkan waktu untuk berlatih, bahkan setelah jam sekolah dan di sela-sela kegiatan belajar.

    Menurut beliau, usaha dan ketekunan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Anak-anak tidak hanya belajar menampilkan kemampuan, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kerja sama dengan teman-temannya.

    Dengan penuh antusias, beliau mengajak peserta didik mengingat kembali peringatan yang sedang dilaksanakan pada hari itu. Serentak, anak-anak kelas I hingga kelas VI menjawab dengan gembira, “Hari Pangan Sedunia!”

    Suasana tersebut semakin menambah semarak perayaan. Beliau pun mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mengajak anak-anak menikmati setiap penampilan dengan gembira bersama pembawa acara, Dorothy Alena Rohmauly Girsang dan Jesslyn Bellvania, para guru, serta teman-teman mereka.

    Sambutan ini menjadi penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk tampil dengan percaya diri sekaligus menghargai usaha dan kemampuan satu sama lain.

Renungan HPS:

Bersyukur atas Pangan, Berbagi dengan Kasih

    Salah satu bagian penting dalam peringatan Hari Pangan Sedunia adalah renungan yang dibawakan oleh Yanuari Bu’ulolo, S.Pd., Gr. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan makna HPS dan mengajak seluruh warga sekolah untuk semakin menyadari pentingnya menghargai makanan sebagai anugerah Tuhan.

    Renungan yang berlandaskan Kitab Suci Matius 14:19 mengangkat kisah Yesus yang mengambil lima roti dan dua ikan, menengadah ke langit, lalu mengucap berkat. Kisah ini mengingatkan bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan untuk mengenyangkan perut, melainkan juga anugerah yang patut disyukuri dan dibagikan kepada sesama.

    Dalam renungannya, Yanuari mengajak anak-anak untuk memikirkan asal makanan yang mereka nikmati setiap hari. Alam yang subur, hujan, sinar matahari, serta kerja keras para petani dan banyak orang lainnya memungkinkan makanan tersedia bagi kehidupan manusia.

    Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menikmati makanan yang cukup setiap hari. Karena itu, anak-anak diajak untuk tidak menyia-nyiakan makanan, tidak mengambil secara berlebihan, menghabiskan makanan secukupnya, serta belajar berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

    Beliau juga menghubungkan pesan HPS dengan berbagai pertunjukan yang ditampilkan oleh peserta didik. Setiap lagu, tarian, puisi, dan permainan musik bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan pesan kebaikan. Anak-anak diajak tampil dengan gembira dan menghargai penampilan teman-temannya, sebagaimana mereka belajar menghargai makanan yang diberikan Tuhan.

    Pesan utama renungan tersebut menegaskan bahwa rasa syukur perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Anak-anak tidak perlu menunggu sampai kelaparan untuk menghargai makanan, dan tidak perlu menunggu orang lain meminta bantuan untuk mulai berbagi.

    Melalui renungan ini, seluruh warga sekolah diharapkan semakin menyadari bahwa bersyukur berarti menjaga dan menggunakan anugerah Tuhan dengan bijaksana, sedangkan berbagi merupakan wujud nyata kasih kepada sesama.

Panggung Kreativitas Peserta Didik
Kelas I–VI

    Setelah sambutan dan renungan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dan kreativitas peserta didik dari berbagai kelas. Lapangan sekolah menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat, hasil latihan, serta keberanian mereka tampil di hadapan guru dan teman-teman.

    Beragam pertunjukan disajikan dengan penuh antusias, mulai dari tarian tradisional, dance, menyanyi solo dan duet, pembacaan puisi, hingga permainan musik perkusi.

Berikut rangkaian penampilan peserta didik dalam peringatan HPS 2026.

1. Kelas I – Dance Ritme

Peserta didik kelas I tampil bersama dalam dance ritme. Dengan penuh semangat, anak-anak menunjukkan keberanian untuk tampil di depan umum sekaligus melatih kekompakan dan koordinasi gerak.

2. Kelas I – Dance “Jungle Safari”

Para siswi kelas I tampil dalam dance bertema “Jungle Safari”. Gerakan yang penuh semangat dan ekspresi ceria menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus melatih rasa percaya diri sejak dini.

3. Kelas II – Tari “Anak Kambing Saya”

Yuki dan teman-teman kelas II menghadirkan tarian “Anak Kambing Saya”. Penampilan yang ceria ini menambah suasana meriah sekaligus memperlihatkan semangat anak-anak dalam belajar dan mengekspresikan diri melalui seni.


4. Kelas II – Pembacaan Puisi

Habib dari kelas II menyampaikan puisi. Penampilan ini menjadi kesempatan untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta menyampaikan pesan melalui kata-kata.


5. Kelas III – Tari Sigulempong

Peserta didik kelas III, termasuk Mikha dan teman-teman, menampilkan tari Sigulempong. Penampilan ini memperlihatkan semangat anak-anak dalam mengenal dan mengekspresikan seni tari melalui gerakan yang kompak dan penuh keceriaan.


6. Kelas III – Menyanyi Solo

Cleantha dari kelas III membawakan lagu “Sesuatu di Jogja”. Penampilan solo ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan olah vokal dan keberanian tampil secara mandiri.


7. Kelas III – Menyanyi Sambil Bermain Keyboard

Keiko dari kelas III menampilkan lagu “Bunga Nusa Indah” sambil memainkan keyboard. Perpaduan vokal dan permainan alat musik tersebut menambah variasi pertunjukan sekaligus menunjukkan kemampuan bermusik peserta didik.



8. Kelas IV – Dance Siswi

Para siswi kelas IV menampilkan dance dengan penuh antusias. Penampilan ini memperlihatkan kreativitas, kekompakan, dan kesungguhan peserta didik dalam mempersiapkan pertunjukan.



9. Kelas IV – Dance “Kicau Mania”

Para siswa putra kelas IV menampilkan dance “Kicau Mania”. Dengan gerakan yang energik, mereka menambah semarak kegiatan dan menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya.


10. Kelas V – Musik Perkusi Kreatif

Peserta didik kelas V menghadirkan permainan musik perkusi dengan lagu “Ampar-Ampar Pisang”. Menariknya, mereka memadukan drum dengan berbagai alat dan barang bekas yang dapat menghasilkan bunyi. Kreativitas ini memperlihatkan bahwa barang sederhana dapat dimanfaatkan menjadi media berkarya sekaligus mengajarkan nilai guna kembali dan pemanfaatan barang secara bijaksana.



11. Kelas V – Menyanyikan Lagu “Menanam Jagung”

Annisa dan teman-teman dari kelas V membawakan lagu “Menanam Jagung”, dengan memainkan alat musik, cajon, drum dan marakas. Lagu yang dekat dengan kehidupan pertanian ini selaras dengan semangat Hari Pangan Sedunia, yang mengajak setiap orang menghargai proses penyediaan pangan dan kerja keras para petani.


12. Kelas VI – Duet Vokal

Grace dan Berly dari kelas VI membawakan penampilan menyanyi duet. Melalui penampilan ini, keduanya menunjukkan kemampuan vokal, kerja sama, serta keberanian untuk tampil di hadapan warga sekolah.



13. Kelas VI – Tari Olla dan Teman-teman

Sebagai salah satu penampilan penutup sesi pertunjukan, Olla dan teman-teman dari kelas VI membawakan tarian dengan penuh semangat. Penampilan ini menjadi gambaran kebersamaan dan kerja sama yang tumbuh melalui proses latihan.

Seluruh pertunjukan menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pendampingan, latihan, dan kesempatan yang tepat. Panggung HPS pun menjadi ruang pembelajaran yang bermakna, tempat peserta didik belajar untuk berani, tekun, disiplin, bekerja sama, dan menghargai karya orang lain.



HPS sebagai Pembelajaran tentang Syukur,
Kepedulian, dan Tanggung Jawab

    Peringatan Hari Pangan Sedunia di SD Bunda Maria Pamanukan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, perayaan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang menghubungkan nilai-nilai iman dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Tema “Bersyukur atas Pangan, Berbagi dengan Kasih” mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun kebiasaan baik, seperti berdoa sebelum makan, mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghindari kebiasaan membuang makanan, menghargai orang-orang yang bekerja menyediakan pangan, serta berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

    Di lingkungan sekolah, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Peserta didik dapat belajar menghabiskan bekal dengan bijak, menjaga kebersihan, menghormati teman, serta menunjukkan kepedulian kepada orang lain.

    Sementara itu, berbagai penampilan seni memberikan pesan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar mengenali kemampuan diri, menghargai perbedaan, dan membangun keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

Dengan demikian, peringatan HPS menjadi perpaduan antara pembelajaran spiritual, pendidikan karakter, dan pengembangan bakat peserta didik.

Menumbuhkan Generasi yang Bersyukur dan Peduli

    Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, SD Bunda Maria Pamanukan berharap seluruh peserta didik semakin memahami bahwa setiap makanan yang tersedia merupakan anugerah yang harus dihargai. Rasa syukur hendaknya tidak hanya diucapkan melalui doa, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan yang baik dan kepedulian terhadap sesama.

    Apresiasi juga patut diberikan kepada kepala sekolah, para guru, panitia, pembawa acara, serta seluruh peserta didik yang telah mengambil bagian dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan ini. Semangat dan kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan perayaan yang meriah sekaligus mendidik.

Sebagaimana pesan dalam renungan HPS, menghargai makanan dan berbagi dengan sesama merupakan wujud nyata kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat Hari Pangan Sedunia 2026!

Mari bersyukur atas setiap pangan yang kita terima, bijak dalam mengonsumsi makanan, dan berbagi dengan kasih kepada sesama.

SD Bunda Maria Pamanukan

"Menjadi lembaga pendidikan yang terdepan dalam membentuk insan berbudi pekerti dan cerdas berbasis nilai-nilai Katolik, berhati nurani, berbelas kasih, dan bertanggung jawab".

#Yayasansalibsuci

#Haripangansdunia

#Sekolahbundamariapamanukan

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?